Hujan di langit sel


subuh ini para rindu minta dimerdeka kan, mereka mendesak logika untuk turun dari tahta agar hati dapat berkuasa kembali.

Para rindu menyerang logika hingga hampir tumbang dari tahta. Logika bertahan meski berdarah-darah.

Para rindu mungkin sudah muak terus dibungkam, para rindu mau diberi ruang untuk mengekspresikan rasa dan menyembuhkan luka luka pada diri mereka.

Para rindu ini bekerjasama dengan rasa terpendam dan hati, mereka terus berteriak lantang “Hidupmu singkat, bungkam tak menyembuhkan lukamu ”

teriakan para rindu sungguh benar, logika tahu, sungguh tahu. logika terus menguatkan diri dan memberi sinyal pada sel apapun yang tersisa untuk mempertahankan tahta.

derap derap langkah para pasukan datang, berbaju besi membawa bara api, laptop, infocus dan layar putih

Kenangan buruk memimpin paling depan, barisan tengah diisi para prinsip dan paling belakang para harga diri mengikuti dengan semangat. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Alasanmu bungkam lebih kuat dari egomu tuk kembali”

tak lama satu per satu slide bermunculan, dimulai dari awal berbincang, menjadi dekat, memutuskan untuk jadi satu, mulai percaya lalu diluluhlantakan oleh pengkhianatan.

dibagian akhir itu, setiap sel diam.

mereka sadar bahwa semua dilakukan agar dapat bahagia lalu mereka sepakat untuk menyamakan pandangan tentang makna bahagia.

haru biru membuat langit sel diguyuri hujan lantas mereka berdoa pada langit agar ini hujan sendu terakhir.

(Terinspirasi dari webtoon Yumi’s cell)

Iklan

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s