Agak Serius: IMPIAN


“Gue mau ketemu lo ntar pas gue kurus, masalahnya gue kapan kurus?  Sudah 20 tahun berlalu gue tetep gendut,  ya kali gue ketemu lu pas umur 40 tahun ah itu jg belum tentu kurus” dilema gue saat ini adalah hal-hal receh diatas.  Betapa gue ingin tampak cantik saat bertemu dan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Gue sempet nanya ke temen-temen gue di vorte squad mereka bilang be yourself aja sih tik.  Kek gitu.  Hm… Untuk kamu,  kalau nanti kita ketemu terus aku segede gapura di daerah kamu,  please jangan disuruh foto berdua.

Haaaaaaaaaai saudara-sauadaraku sebangsa dan setanah air,  kita menikmati air dari negeri yang sama walau kita tak berakhir bersama.  eaaaaaaa 

Btw, kalian semua apa kabar? Udah pada makan kah pas baca postingan ini? Eh Kamu yang dipojok,  udah makan berapa kali hari ini?  Tadi main bola gak?  Menang gak?  Hahahha 

Iya dipostingan kali ini gue akan membahas sesuatu yang agak memilukan dimana saudara gue ada yang sakit dan saudara yang dia miliki cuma gue dan emak gue,  so gue dari hari minggu jam 2 pagi kerumah dia, jemput dan berkeliling karawang nyari rumah sakit yang ada kamar kosong dan ironisnya ada beberapa rumah sakit yang gak support sama sekali dengan program pemerintah.  Rumah sakit ini udah dua kali sih menolak dari bpjs dengan alasan kamar penuh,  ada juga yang pernah cerita bahwa ada rumah sakit yang mendahulukan umum daripada bpjs padahal pasien bpjsnya udah sekarat. Ironis ya saat kita menginjak tanah yang sama,  berdiri dibawah atmosfer yang sama tapi tidak merasakan yang sama,  tidak mempunya rasa saling memiliki. 

Nah,  sebenernya banyak hal dalam hidup gue yang membuat gue mengerutkan dahi seperti banyak anak yang membenci suatu profesi namun akhirnya menjadi apa yang dia benci.  Ironiskan?  Menjadi bagian dari salah satu hal yang sempat kita kecam. Menjadi mimpi buruk yang diamini.  Gue pernah membaca sebuah buku berjudul “selalu ada kapal untuk pulang” ini buku karya Randu Alamsyah dengan headline “sesederhana apapun, kejarlah mimpimu” buku ini sangat sederhana ceritanya,  dua orang anak yang berjuang mengejar mimpi untuk jadi guru, dua ornag anak yang berasal dari keluarga sederhana disebuah desa,  ketika mimpi itu begitu dekat mereka pun berlari dari mimpinya.  Si A bukannya menjadi guru disekolah-sekolah seperti mimpi keluarganya malah lebih memilih menjadi guru ngaji disuatu pesantren yang tidak diberi gaji. Si B bukannya menjadi guru malah lebih memilih menjadi politikus kotor yang pernah dia hina ketika masih menjadi mahasiswa.  Iya,  mimpi-mimpi itu,  setiap mimpi yang kita bangun itu,  kita hancurkan sendiri karna desakan kehidupan. Hmmm beruntung si A,  dia tidak menghancurkan mimpinya hanya menghancurkan mimpi orangtuanya,  si A dengan ikhlas menjalani mimpinya yang sederhana sedangkan si B,  harus menikmati kamar besi akibat ulah kotornya. 

Seperti kata Randu Alamsyah “Sesederhana apapun,  kejarlah mimpimu” ya,  sesederhana apapun itu entah lo mau jadi pahlawan kebersihan kota,  entah lo mau jadi pemadam,  entah lo mau jadi pengembara atau bahkan mau menjadi sesuatu yang  kata mereka “mimpi apaan kek gtu” seperti jadi presiden,  jadi pialang saham,  jadi astronot,  jadi gamer internasional atau komika. Apapun itu,  kejarlah.  Ini hidup lo,  ini mimpi lo,  semua berhak bermimpi yang penting lo bertanggungjawab atas mimpi lo.  
So..  Segitu dulu dari gue, sekian dan terima aku apa adanya.  Eaaaaaa  #spreadlove

Iklan

9 thoughts on “Agak Serius: IMPIAN

    1. Iki loh aku kan pernah posting tentang mimpiku, aku galau mau jadi opo. Piye toh muahahhaahahahah skrng sih aku bahas tntng mimpi org aja, aku lelah terus bermimpi. CAILEH TIKAAAAAAAA

      1. Hahaha..
        Kalou kata Bondan “hidup tu berawal dari mimpi”
        Walaupun kadang aq gak setuju juga..
        Kan harusnya hidup kita itu berawal dari ibu yang melahirkan yak.. xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s