Seringnya. 


Aku tidak pernah benar-benar marah 

Tidak pernah membencimu 

Hanya saja terkadang terlalu kesal melihat sikapmu 

Seringnya aku berakhir merindu dalam diam. 

Iklan

11 thoughts on “Seringnya. 

      1. Hahaha merindulah sesering mungkin, mencintailah selagi bisa. Bukankah kita terlalu sering menghabiskan waktu dengan sebuah pertanyaan? Nikmati saja rindunya. Saya rasa dia sangat beruntung mendapatkan rindumu, mbak. Duh salam dariku penikmat rindu.

      1. Kalau saya sih cenderung mengeluarkan apa yg saya rasakan. Marah adalah sikap yg sering kali manusia temui. Namun kita akan lebih merasa menerima saat mencoba menceritakan apa yang kita rasakan. Ya tentunya dengan pola komunikasi setiap karakternya. Hehe

      2. Saya pun tadi maunya begitu tapi ada sesuatu yg kau rasakan tapi kau tahu kau tak berhak. Muahahahahah ah efek malam minggu, bahasannya sensitif

      3. Ya itu. Wanita akan selalu sensitif dan cenderung memilih diam untuk -katanya- dimengerti. Dan lelaki tidak mau tau akan hal itu. Mereka terkadang atau sebagian memilih gengsi sebagai jalannya. Ya repot ini. 😀

      4. Sumpah bahasan malam ini terlalu sensitif. Memang pada akhirnya harus ada yang mengalah sebab waktu terlalu cepat bila dihabiskan dengan berdiam diri bukan? Ah jadi rindu.

  1. Kalau marah nya karena suatu hal yang sudah menyinggung saya sih biasanya lebih suka mengungkapkan perasan… dari pada di pendam jadi kesel sendiri hahahaha… Yaaa walau kadang juga saya suka pendem juga karena menghindari perselisihan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s