Rest In Peace


siapa yang mati tik?  ah pertanyaannya kurang tepat tetapi,  Apa yang mati tik?  

iya betul sekali telah mati sifat alay tika yang bikin kaum adam terbirit-birit lari karna seperti di teror.  

gue baru-baru ini buka inbox fb,  niatnya mau nostalgia sama kenangan dulu taunya bukan nostalgia tapi gue jadi gila.  gue gila karna isi pesan yang gue kirimkan parah “Qmu L4ghi aph4” “c! nt4i aku kakagh,  bungKush ad3k”

terus foto-foto gue bakal bikin lo mabok darat,  gue aja bawaannya pen minum tequila.  *gayalotik 

uh masih banyak ke-alayan gue yang gak mampu gue liat, cuman gue sebenarnya menikmati kealayan gue,  kek mendarah daging cuman sekarang dosisnya berkurang.  kek kata farel,  alay itu proses.  

nah,  cara gue deketin cowok juga parah banget,  astaga.  gue chat dia berkali-kali-kali-kali.  terus jijik semua isinya, ‘ aku-kamu-sayang’ padahal dia ngeresponnya biasa aja, naudzubillah.  

gue berubah sejak SMA kelas 3,  gue lebih bersabar sejak dapat penolakn yang luar biasa,  gue mulai belajar sabar dan nerima kenyataan dan baca ulang yang gue kirim 

percayalah membaca ulang pesan lo akan membuat lo menilai diri lo,  lo alay apa kagak,  eh checknya 2 hari kemudian jangan hari itu juga,  lo akan terbawa suasana.  

ya banyaklah hal-hal dimasa lalu yang gue lakuin dan sedikit gue sesalin cara gue menghadapinya cuman gue sadar satu hal,  mungkin kalau gue tidak melaluinya  maka gue tidak belajar.  

Iklan

3 thoughts on “Rest In Peace

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s