Pintu penyendiri


Kita gak pernah tau apa yang terjadi didepan sana.
Kita gak pernah punya kesempatan untuk melihat terlebih dahulu.
Seringnya kita terluka dengan beberapa kekecewaan yang ada dimasa ini,kita berharap bisa berlalu ke masa depan atau mungkin kembali ke masa lalu hanya untuk melewati atau menghindari rasa sakit.

Dalam beberapa kesempatan kita mencoba mencari penyebab luka, terkadang menyalahkan penyebab itu tanpa mengingat bahwa kita pun memiliki peran luka itu terjadi.

Kita tumbuh dengan rasa benci,kecewa dan melindungi diri dari rasa sakit selanjutnya.
Kita menjadi begitu penyendiri dan akhirnya kita lalui hari dengan sepi.
Hingga suatu hari, seseorang atau sekelompok orang datang dan mengetuk hati kita dengan lembut,kita merasa luka semalam takkan terjadi lagi,mereka sepertinya berbeda.
Namun,pisau itu keluar dari jemari yang biasa memegang kita erat, pisau itu menusuk tajam dan terasa begitu memilukan.
Bukan lukanya yang kau tangisi kali ini, tetapi yang menusuknya.
Penusuk itu yang membuatmu membuka pintu pengamanmu…

(Now playing: September-Adhitia Sofyan)

Iklan

2 thoughts on “Pintu penyendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s