Like we used to


have you ever heard this song, yeah.. a song by rocket to the moon.
a song which is similar with “that should be me-justin bieber” kind of lah..
dilagu ini diceritain tentang keraguan si mantan bahwa mantannya punya pengganti yang lebih baik dibanding dia.
si mantan bertanya apa dia meluk lo pas lo nangis? apa dia nyanyiin semua lagu yang lo suka? apa dia cinta sama lo? apa dia bilang dia cinta sama lo nyampe beribu-ribu kali? apa iya dia lakuin semua hal yang selalu gue lakuin ke lo? apa iya cinta dia melebihi gue apa iya? *banting sofa* *nelen keyboard* ya kira-kira gitu lah isi lagunya, lo para jomblo pasti suka ingetlah ya sama mantan gebetan. sudah gebetan itu artinya calon eh ini ditambah lagi kata mantan, enegnya double.
mengingat hal yang sempet hampir jadi milik lo itu wajar kok, tapi kalau kesel sama pilihan dia itu yang sangat wajar eh maksud gue yang gak wajar. Dia punya hak buat milih siapapun, mau itu pilihannya buruk sekalipun atau bahkan bagus sekalipun, lo harus ikhlas.
ya sih ikhlas itu butuh proses, gue aja nyampe detik ini belum terlalu bisa ikhlas tapi ya gue belajar.
bener sih semua kenangan lo bareng dia bakal terus menghantui, iya sih semua pertanyaan tentang pilihan dia juga bakal menyerbu tapi apapun itu intinya dia milih orang lain. Kenapa? ya karena dia gak cinta sama lo, karena mungkin lo jelek, karena mungkin lo egois, karena mungkin lo rese, karena mungkin lo terlalu baik (this reason is “you don’t say”) karena mungkin lo terlalu tinggi, terlalu pendek, terlalu lah pokoknya.
Let it go bro/sis.
nah, gue percaya tuhan gak akan pernah biarin lo sedih sendirian, coba deh mulai buka mata dan hati lo, ada loh orang-orang yang selalu ada buat lo, orang-orang yang denger semua cerita lo, orang-orang yang berdiri paling depan saat lo punya masalah. coba lo pikir mana yang lebih penting, dia yang lo sayang abis-abisan atau mereka yang sayang sama lo abis-abisan?
ya ngomong emang gampang padahal mah yah gue aja masih menggalau. *duduk dibawah shower*
jujur ya, setiap ngeliat mereka berdua gue pengen nangis, pengen ngelempar ranting pohon, batu, rantai, gembok, gear *kok jadi tawuran* ya pokoknya gitulah. gue cemburu banget, banget!!! ya tapi mau gimana lagi, masa gue suruh putus, masa gue santet biar udahan kan bukan cinta kalau dipaksa. so, gue mulai ngalihin pikiran gue kalau mereka lagi berduaan. gue coba buat senandung, ngobrol sama temen gue. sampai pada akhirnya gue udah bisa biasa, menuju gak peduli malahan.

Percayalah kamu akan melupakannya, kamu tak perlu memaksa dirimu karena waktu dan orang disekitarmu akan menyembuhkannya. patah hati itu sakit tapi bangkit itu wajib! (Proses!!!)

so.. mohon maaf bila rasaku ini rasamu. sekian dan terimakasih.

Iklan

8 thoughts on “Like we used to

  1. Aku pernah ngerasain jugak, Tik. Dan rasanya emang pedih banget. Mungkin prosesnya ngga akan mudah, tapi life must go on. Semangat ya. Pasti ada cowok di luar sana yang akhirnya sayang sama kamu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s