#Jamur The Edge of Reason


Gambar
My hand 😀

Ehm.. Hello kalian semua, Hello para wanita cantik dan Hei kamu yang dipojok sana yang terus memandangi temanku.. huahaha #lupakan

Yoyoyo.. what’s up.. sudah lama tak bercerita tentang Jamur ye? Kangen gak? Enggak? Sama.

Yo gue punya cerita menarik dibalik hari sesudah UN dimana para classmate gue saling minta maaf dan menangis sendu, iya gue gak ikutan nangis karena kisah kita kan seru jadi apa yang harus ditangisi dari ratusan keseruan?

Gue saling bermaaf-maafan dengan teman-teman gue dan kebetulan gue sekelas dengan Jamur. so, gue maaf-maafan lah dengan jamur tapi semua emang gak pernah mudah bareng jamur

Lo bayangin, untuk minta maaf sama jamur gue harus cari cara untuk bisa ngomong.. harus cari waktu yang pas karena setiap gue deketin dia pergi-pergi kemana-mana.

Pas dia lagi maaf-maafan sama yang lain eh gue nongol dia lari.. #LoLoL

Akhirnya gue menemukan cara seru, ketika dia mau ke Kopsis gue langsung berjalan disebelahnya karena gue tau dia sebenernya ngasih kode ke gue buat ikut ke Kopsis #gueterlalupekamohontidakdicontoh

Gue: hey..

Jamur: apa?

Gue: aaa gue mau itu

Jamur: apa? Lo mau minta maaf kan? Hah? Udah gue maafin

Gue: Idih Najis banget gue minta maaf ke lo, lo kali yang harusnya minta maaf ke gue. Pelis..

Jamur: Oh jadi bukan mau minta maaf, ya udah *tiba-tiba berbalik dari yang mau ke Kopsis balik lagi ke Kelas*

Gue: *narik lengan baju* eh.. bukan gitu juga.. denger dulu..

Jamur tetap pergi begitu saja dan melepas pengangan gue, sumpah sesungguhnya lagu koi mil gaya sangat pas untuk diputar karena pada saat itu gue ingin sekali berputar-putar ditiang sekolah..

Mengeluarkan selendang pink dan menerbangkannya ke arah jamur lalu membiarkan diri gue disiram air hujan dan menangis dibawah hujan.. saat jamur akan pergi jauh gue akan berlari kearahnya, tiba-tiba saja ada becak dari ujung jalan berjarak 1 km dan gue berteriak kencang bukan menyelamatkan diri ya.. terus gue kesenggol becak, jamur pun datang dan bilang “tik, mampus lo”

Lupakan khayalan gila tak beradab itu, setelah akhirnya gagal maaf-maafan gue pun hanya dapat berdiri di pintu melihat dia bersama orang-orang bermaaf-maafan, lalu setelah lelah menanti, pangeran jamur yang tak pernah menerima kepingan hati hancur ini pun datang.

“maaf ya tik, gue suka bikin lo marah, kesel kayak gitu” dia mengulurkan telapak tangannya

“oh iya” saat tangan gue bersentuhan dengan tangannya, apapun yang dia ucapkan saat itu hanya terdengar seperti….

“tik, gue sayang sama lo.. maaf ya karena nyakitin lo, gue Cuma ngerasa gak pantes buat lo, jangan deket sama cowok lain ya.. gue cemburu” benar, itu hanya khayalan pendengaran gue karena terlalu lama mengharapkan cintanya..

Setelah jamur melepaskan tangannya yang sangat lembut, terutama jari-jarinya yang panjang dan super besar bisa megang tangan gue yang cukup besar dan saat tangannya menyatu dengan tanganku aku merasa aman dan nyaman, saat dia bersalaman dengan tangan gue perasaan yang udah lama gue tahan, rasa suka yang gue kubur jauh, rasa cinta yang cob ague alihkan ke makhluk lain tiba-tiba saja semua kembali.. perasaan 2 tahun silam itu kembali menyeruak dan mencekik saluran nafas gue, hingga gue rasa perlu untuk meyakinkan rasa itu dengan minta salaman ulang.

Gue: “woi, tadi kan lo yang minta maaf, nah gue kan belum minta maaf, gue minta maaf ya *mengulurkan tangan dan disambut* gue banyak salah *tiba-tiba dilepas sama jamur*

Gue: “ Jamur, sekali lagi boleh? *mengulurkan tangan* maaf deh pokoknya ya *jamur melepas lagi*

Akhirnya gue menyadari, perasaan itu ternyata tidak berubah dari 2 tahun silam, dia tetap dengan kadar yang sama hanya saja sekarang gue merasa perlu menyelamatkan hati sebelum benar-benar mati, andaipun kita bersama, rintangan akan sangat banyak terutama orangtua gue yang emang gak suka sama dia dengan alasan karena dia terlau menyakiti sehingga ada larangan keras terhadap perasaan ini.

NB: hello Jamur.. here we are.. on the edge of reason why I can’t move on. Alasan utama adalah karena perasaan itu tidak pernah berubah, perasaan itu tetap menerimamu dengan segala kekuranganmu dan dinginnya hatimu. Alasan kedua karena aku masih terlalu bergantung dengan “menghubungimu” ya, rasanya berbeda saat semua masalah ku tuliskan dalam sebuah sms meski tak ada satupun yang kau balas, aku merasa lega. Mungkin kamu ingat betapa sering aku datang ke mejamu dan bercerita meski kamu diam seakan tak peduli tapi dalam dunia khayalku, aku merasa matamu melihat dan telingamu mendengar dengan baik semua kata yang aku ucapkan. Alasan Ketiga karena sebanyak apapun hatiku mencoba berbagi, sekeras apapun dinding ku bangun, dan seberapa seringpun aku mencoba untuk menghindar, ketika kamu lewat, tersenyum dan bicara semua itu musnah, selalu ada tali yang terus membuatku tertarik kembali dalam hidupmu yang memang tak menyiapkan sesudutpun untukku melihatmu. Then, You are my Heroine. I’m addicted to you. I’m in love with you, everyday just like our first date, this feeling never change, no matter how hard I try, no matter how hard you hurt me yeah just like your feeling it will never change. And keep doing it, say it to all people that you met if you have a fans, only one but she is crazy one.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Iklan

4 thoughts on “#Jamur The Edge of Reason

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s