Amanda season 1


“I live in big hope” gue rasa itu filsafat hidup gue yang dikelilingi jutaan harapan dan harapan dan harapan (kosong)

“Amanda, dipanggil kepala sekolah noh ente” ucap temanku yang sebenarnya tidak perlu dikenalkan dalam cerita ini, dia cuma figuran.
“Oh okay nyoo” aku pun beranjak dari tempat duduk dikelas ku dan berlari menuju ruang kepsek, melewati jutaan kuman, menginjak ratusan bakteri, melompati puluhan semut dan sampai didepan ruang kepsek dengan pintu berwarna cokelat bata, yang aku yakini berasal dari jepara.
*tok..tok*
“Ah amanda, sini kamu, ada yang ingin saya tanyakan”
“Oh iya pak, nanya apa?”
“Apakah kamu berminat menjadi leader dalam acara budaya kota yang diselenggarakan 3sekolah dalam satu event?”
“Kayak tahun lalu ya pak? Tapi kenapa saya? Lalu, siapa yang jadi sekolah leadernya pak? Sekolah kita?”
“Iya, karena kamu berbakat, sekolah kita, ya” begitu singkat, sperti biasa, batinku. “Baiklah, kapan acaranya pak? Lalu apakah teamworknya sudah ada atau menggunakan team tahun lalu?”
“2bulan lg, blm, boleh” makin singkat.
“Baik pak, terimakasih”
“Tapi, tunggu dulu amanda..”
“Ada apa pak?”
“Sebelumnya maukah kamu menemui seonggoh maksud saya seorang murid baru, diruang sebelah?”
“Kenapa saya?”
“Krn kamu leader of relationship between school and school” sekedar info aja, jadi gue tuh bukan osis, lebih tinggi dari osis gitu, gue leader antar sekolah, jadi kalau ada kerjasama antar sekolah ya gue yang dipanggil, kalau osiskan intra sekolah, cuma didalem aja, lo gak pernah denger ya? Baru ada di 1 tempat doang, yang gue tau. Ya dicerita ini.
“Baik pak, tapi saya harus apa? Ini kan urusan osis, saya gak ngurus yg daleman” keep straight think yee
“Ini murid beda, dia anak dari donatur kita yang pindah dari australia kesini, ke SMA Harapan Negeri, kamu ajak muter-muter kek, suka-suka dah, dan lakukan apapun yang dia mau” tetep keep think straight yee
“Baik pak” gue pun menuju keruang sebelah, dan mulai berfikir, kenapa murid australia pindah ke indonesia dan masuk sekolah negeri? Emang sih sekolah gue cetar, tapi ini tidak masuk akal.

Sampailah gue diruang sebelah, dan tiba-tiba saja angin berhembus kencang sekali, hampir mengangkat rok gue yang emang cukup minim, dan diruangan itu terlihat seseorang yang begitu bersinar, seperti edward cullen kena matahari, sangat bersinar.
Lelaki itu begitu tampan, kulitnya cokelat, badannya kekar, rambutnya begitu rapih, tingginya semampai, hidungnya mancung, senyumnya sangat mempesona, seperti jack di film twilight, lelaki sempurna.

“Permisi”
“Oh iya, apakah anda amanda yang akan membawa saya berkeliling?”
“Ya tentu saja, maaf, boleh saya tau nama anda?”
“Gue Angelo, panggil aja jelo”
“Baik, gue amanda, panggil aja manda, kita bisa memulai perjalanan berkeliling ini”

kami pun memulai perjalanan dari ruang kepsek, menelusuri sekolah, melihat anak-anak lelaki yang terkenal dilapangan basket bermain badminton, lalu melihat para cheerleaders berteriak dipinggir lapangan dengan pom-pom pink yang terbuat dari plastik,

dan kita menuju kebagian utara sekolah, ada sebuah lab. Biologi yang memiliki 4 torso, cairan lugol, fehling A&B, biuret, benedict, teleskop, gelas reaksi, dan banyak alat biologi lainnya, dan tempat itu dipenuhi anak-anak jurusan IPA yang terlihat begitu lihai dalam meneliti, bahkan kadang suka terlihat tidak ada kerjaan (jail) membelah-belah daun, memainkan getah, tapi itulah ilmu, terkadang ada dibagian terkecil suatu makhluk.
tepat disebelahnya ada lab kimia, yang penuh dengan cairan reaksi, alat-alat kimia, dan makhluk-makhluk kimia lainnya.

Setelah bosan berputar-putar, akupun mengajak jelo ke kantin.

“Okay, here we are.. On a part of this school, my favorite part after library”
“Cukup bagus, walau gak sebagus yang diaustralia, but thanks ya”
“Anytime, kapanpun lo butuh gue datang aja ke kelas gue XI Ipa Best”
Dia pun hanya mengangguk, ya.. Cukup melelahkan.. berjalan dengan makhluk satu itu, tapi semua terbalas dengan senyum manisnya, yang aku yakini semua kaum hawa akan merasa puas juga, terlihat dari saat aku berjalan dengan jelo, semua wanita sibuk berbisik-bisik sambil tersenyum genit, ganas, dan panas. #continue

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s