Ujian Dadakan


hoi semua, gue pengen berbagi cerita ketika gue pergi les.

Jam 3 tepat, waktunya gue masuk les, dan bergabung bersama teman-teman gue.
hari itu gue memilih duduk di bangku paling depan dengan niat bisa memperhatikan dengan jelas ke papan tulis.
tak lama kemudian guru les gue pun datang, *gue lupa nama tuh bu guru siape* nah, dengan senyum bahagia tuh ibu guru membagikan 4 lembar kertas kepada seluruh murid include gue, dan pas gue dapet kertas itu ternyata itu kertas ujian matematika, spontan gue kaget rasa kayak mau di dorong ke jurang. guru gue yang ngeliat tampang murid-muridnya kebingungan akhirnya menjelaskan bahwa ujian ini hanya untuk mencari nilai yang terbaik agar dapat di bina oleh pihak Les gue.
gue pun akhirnya lega, karna gue sangat tak berminat di bina di bidang matematika yang gue yakin cuma bakal bikin otak gue meletus, tapi gue mikir masa soalnya gak gue isi, akhirnya pun gue mencoba untuk mengisi soal dengan waktu yang diberikan yaitu 1 jam.
10 menit gue masih baca-baca soal
20 menit gue mulai celingak celinguk ke belakang dengan harapan ada yang berbaik hati pada gue tapi ternyata sok pinter semua, apalagi orang disebelah gue, gayanya udah kayak raja Matematika, gue nanya rumus doank gak dianggep sama dia, tapi ya sudahlah.
10 menit kemudian gue isi soal nomer 6 dengan rumus logika otak tika

5 menit kemudian gue isi nomer 7 dengan rumus sok pinter

10 menit kemudian gue isi nomer 5 dengan rumus asal-asalan *jiaahahhaa*

lalu menit-menit selanjutnya semuanya enggak gue isi, gimana mau gue isi? tau rumusnya aja engga, tapi seorang Tika gak boleh keliatan bego, karna bagi gue mencoba lebih baik daripada tidak, oleh karena itu gue mencoba nanya ke tetangga sebelah.
gue: eh, nomer 2 rumus nya apa?
tetangga: kamu kan anak SMP 1 harusnya lebih tau donk dari aku
gue: *wah, rese ini makhluk* Oh ya. *gue hanya dapat tersenyum dengan dongkol*waduh, niat nanya malah mendapat sindiran, seakan-akan gue tolol bener, mana guru di depan gue menatap gue penuh keraguan, kayaknya dia berfikir. “sepertinya dia anak tolol??*
hoah, hati dan harga diri gue rasa dipertaruhkan, dan gue pun pura-pura menghitung, ya biar keliatan pintar.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“waktu nya habis” guru gue berkata

was-wis-wus rasanya hati gue tapi gue dengan percaya dirinya menyerahkan kertas ulangan itu, dengan keyakinan hasil ulangan gue pasti langsung dibakar sama pemeriksanya, hahahai tak peduli yang penting ngerjain, dan hasil sendiri lagi.

Iklan

One thought on “Ujian Dadakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s